Pasukan Turki Dicegar Israel, Netanyahu Tolak Negara NATO Sekutu Trump Kerahkan Militer ke Gaza
Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar, menyampaikan bahwa pasukan Turki dicegah masuk ke wilayah Israel. Sementara itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menolak permintaan dari negara-negara NATO dan sekutu Trump untuk mengerahkan militer ke Gaza.

TRIBUNWOW OFFICIAL
25.1K views • Oct 31, 2025

About this video
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar menolak keterlibatan pasukan bersenjata Turki dalam operasi internasional di jalur Gaza.
Hal ini sebagai penegasan bahwa Israel akan mempertimbangkan partisipasi negara yang bisa masuk ke Gaza.
Pernyataan ini disampaikan oleh Sa'ar dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Hungaria, Peter Szijjarto pada Senin (27/10/2025).
Secara tegas, Sa'ar mengatakan bahwa Israel tidak akan melibatkan pasukan Turki dalam Pasukan Stabilisasi Internasional tersebut.
Israel menuding Presiden Turki, Recep Erdogan punya sikap permusuhan dan tidak bisa dianggap sebagai pihak yang netral.
“Negara-negara yang ingin atau siap mengirim pasukan bersenjata setidaknya harus bersikap adil terhadap Israel,” ujar Sa’ar.
Penolakan ini dilakukan sesuai gencatan senjata antara Israel dengan Hamas disepakati.
Israel tetap bersikeras menyeleksi pasukan yang akan masuk Gaza.
Meskipun Presiden AS Donald Trump awal bulan ini menegaskan bahwa Washington akan membentuk Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza.
Upaya ini dirancang untuk mengawasi pelaksanaan gencatan senjata, menjaga keamanan, serta membantu proses rekonstruksi wilayah yang porak-poranda akibat perang panjang. (Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Israel Pasang Garis Merah, Tolak Campur Tangan Militer Turki di Gaza,
https://www.tribunnews.com/internasional/7747662/israel-pasang-garis-merah-tolak-campur-tangan-militer-turki-di-gaza
Editor Video: Bima Respati
#israel #gaza #palestina #hamas #as #zionis #turki #gencatansenjata #menluisrael #receptayyiperdoÄźan #presidenturki #donaldtrump #beritaterkini #pmisrael
TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar menolak keterlibatan pasukan bersenjata Turki dalam operasi internasional di jalur Gaza.
Hal ini sebagai penegasan bahwa Israel akan mempertimbangkan partisipasi negara yang bisa masuk ke Gaza.
Pernyataan ini disampaikan oleh Sa'ar dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Hungaria, Peter Szijjarto pada Senin (27/10/2025).
Secara tegas, Sa'ar mengatakan bahwa Israel tidak akan melibatkan pasukan Turki dalam Pasukan Stabilisasi Internasional tersebut.
Israel menuding Presiden Turki, Recep Erdogan punya sikap permusuhan dan tidak bisa dianggap sebagai pihak yang netral.
“Negara-negara yang ingin atau siap mengirim pasukan bersenjata setidaknya harus bersikap adil terhadap Israel,” ujar Sa’ar.
Penolakan ini dilakukan sesuai gencatan senjata antara Israel dengan Hamas disepakati.
Israel tetap bersikeras menyeleksi pasukan yang akan masuk Gaza.
Meskipun Presiden AS Donald Trump awal bulan ini menegaskan bahwa Washington akan membentuk Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza.
Upaya ini dirancang untuk mengawasi pelaksanaan gencatan senjata, menjaga keamanan, serta membantu proses rekonstruksi wilayah yang porak-poranda akibat perang panjang. (Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Israel Pasang Garis Merah, Tolak Campur Tangan Militer Turki di Gaza,
https://www.tribunnews.com/internasional/7747662/israel-pasang-garis-merah-tolak-campur-tangan-militer-turki-di-gaza
Editor Video: Bima Respati
#israel #gaza #palestina #hamas #as #zionis #turki #gencatansenjata #menluisrael #receptayyiperdoÄźan #presidenturki #donaldtrump #beritaterkini #pmisrael
Tags and Topics
Browse our collection to discover more content in these categories.
Video Information
Views
25.1K
Likes
24
Duration
0:06
Published
Oct 31, 2025
User Reviews
3.9
(5) Related Trending Topics
LIVE TRENDSRelated trending topics. Click any trend to explore more videos.