Dampak Ekonomi COVID-19 Lebih Parah dari 1988 & 2008

Ekonom INDEF Bhima Yudhistira peringatkan dampak ekonomi COVID-19 bisa lebih buruk dari krisis 1988 dan 2008. πŸ“‰

Dampak Ekonomi COVID-19 Lebih Parah dari 1988 & 2008
Narasi Newsroom
44.3K views β€’ Apr 11, 2020
Dampak Ekonomi COVID-19 Lebih Parah dari 1988 & 2008

About this video

Dampak Ekonomi COVID-19 Bisa Lebih Buruk dari 1998 dan 2008

Ekonom INDEF Bhima Yudhistira menilai, dampak ekonomi yang diakibatkan virus corona sangat kompleks dan serius.⁣
⁣
Banyak perusahaan mengalami kesulitan akibat melemahnya nilai tukar rupiah yang akan berdampak pada membengkaknya pinjman dalam bentuk valas, biaya utang korporasi, dan biaya bahan baku impor. Di siai lain, wabah corona ini juga membuat daya beli menurun. ⁣
⁣
Sementara itu, stimulus Rp405 triliun yang digelontorkan pemerintah untuk menangani wabah corona dianggap tidak ada inovasi dan kebaruan karena program-program yang diluncurkan saat ini sudah dilakukan sebelumnya.⁣
⁣
Bantuan yang ada hanya menyasar masyarakat miskin, sementara warga miskin baru tidak tersentuh karena belum terdata.⁣

(Narasi)

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share video ini.

Tonton konten video-video lainnya di https://www.narasi.tv

Follow:
https://www.instagram.com/narasi.tv
https://www.facebook.com/narasi.tv
https://twitter.com/narasitv

Konten video dan YouTube Channel ini adalah bagian dari Narasi.

Tags and Topics

Browse our collection to discover more content in these categories.

Video Information

Views

44.3K

Likes

674

Duration

4:19

Published

Apr 11, 2020

User Reviews

4.6
(8)
Rate:

Related Trending Topics

LIVE TRENDS

Related trending topics. Click any trend to explore more videos.